Cetak Gol ke Gawang Man City, Jumlah Gol Mane dan Salah Masih Kalah Banyak dari Vardy

Persaingan di daftar pencetak gol terbanyak Liga Primer Inggris musim ini makin ketat. Para pemain dari berbagai klub bersaing sengit untuk menjadi pemain tersubur. Saat ini posisi puncak ditempati striker Leicester City, Jamie Vardy.

Pemain asal Inggris itu sudah mencetak 11 gol, unggul satu gol dari pemain muda Chelsea yang sedang naik daun, Tammy Abraham. Sementara itu striker Manchester City, Sergio Aguero menempati posisi ketiga dengan tabungan sembilan gol.

Aguero gagal mencetak gol dalam laga panas menghadapi Liverpool pada akhir pekan ini. Sementara itu pemain depan Liverpool, Sadio Mane dan Mohamed Salah masing-masing berkontribusi satu gol di pertandingan itu.

Namun demikian jumlah gol Mane dan Salah masih kalah banyak dari Aguero. Mane sudah mencetak tujuh gol, sam abanyak dengan pemain depan Manchester City, Raheem Sterling. Sementara itu Salah telah mencetak enam gol, sama seperti striker Manchester United, Marcus Rashford, pemain depan Tottenham Hotspur, Harry Kane serta pemain Norwich City yang sedang menjadi buah bibir, Teemu Pukki.

Sumbangsih gol terkini dari Jamie Vardy terjadi saat Leicester membungkam Arsenal pada Sabtu, 9 November 2019 lalu. Saat itu Vardy mencetak satu dari dua gol kemenangan The Foxes dengan skor akhir 2-0.

Sementara Salah dan Mane ikut andil dalam kemenangan telak Liverpoolatas Manchester City dengan skor 3-1.

Trigol tuan rumah dipersembahkan oleh Fabinho di menit keenam, Mohamed Salah di menit ke-13, dan Sadio Mane di menit ke-51. Sementara itu satu-satunya gol The Citizen dicetak oleh Bernardo Silva di menit ke-78.

Kemenangan ini membuat Liverpool makin nyaman di puncak klasemen sementara. Si Merah kini telah mengemas 34 poin dari 12 pertandingan, unggul delapan poin dari City dan Leicester City di urutan kedua dan ketiga.

“Hari ini, kami benar-benar fokus pada pertandingan, bukan klasemen ataupun jarak poin kami dengan City,” beber pelatih Liverpool, Jurgen Klopp usai pertandingan.

Lebih lanjut pelatih asal Jerman itu mengatakan dirinya tak membayangkan mereka mampu memimpin dengan selisih poin yang cukup jauh dengan para pesaing terdekat.

Berikut daftar top skor Liga Inggris hingga pekan ke-12 Liga Primer Inggris:

11 gol – Jamie Vardy ( Leicester City)

10 gol – Tammy Abraham (Chelsea)

9 gol – Sergio Aguero (Manchester City)

8 gol – Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal)

7 gol – Sadio Mane (Liverpool), Raheem Sterling (Manchester City)

6 gol – Mohamed Salah (Liverpool), Marcus Rashford (Manchester United), Teemu Pukki (Norwich City), Harry Kane (Tottenham Hotspur)

Jamu Man City di Anfield, Klopp Ingat Penampilan Musim Lalu

Liverpool dan Manchester City akan saling berhadapan di Stadion Anfield pada Minggu, 10 November 2019. Pertandingan ini akan menentukan peluang kedua tim di akhir musim. Pasalnya saat ini kedua tim merupakan penghuni papan atas, dengan Liverpool berada di puncak dengan keunggulan enam poin dari Manchester Biru.

Kedua kubu pun menebarkan perang urat saraf jelang laga ini. Salah satunya seperti dikatakan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp terkait pertemuan kedua tim musim lalu di Anfield.

“Performa City di Liverpool musim lalu bisa jadi merupakan penghormatan terbesar yang pernah diberikan kepada tim saya. Begitulah adanya,” beber Klopp.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan pertandingan saat itu tidak sebagaimana diharapkan. Namun ia sebut hal seperti itu lumrah terjadi di sepak bola.

“Mereka bermain sangat berbeda dengan yang biasa mereka lakukan, itu benar. Tetapi inilah sepakbola. Kami semua harus membuat rencana untuk satu pertandingan, dan dalam kasus khusus ini akan menghadapi salah satu tim terbaik dunia,” sambung pelatih asal Jerman itu.

Sementara itu pemain Manchester City, Kevin De Bruyne tak ambil pusing dengan rekor kurang memuaskan saat mereka bermain di kandang The Reds.

“Saya lebih sukat bermain di sana ketimbang tanpa penonton. Para pemain profesional selalu ingin bermain di depan 50,60,70, 80 ribu orang dan membuat laga menarik ditonton,” beber De Bruyne.

“Anda berlatih sepanjang hidup untuk bisa tampil di laga besar seperti ini. Saya ingin bersaing memperebutkan titel juara dan menjadi yang terbaik. Untuk mencapainya, Anda harus mengalahkan yang terbaik,” lanjut gelandang internasional Belgia itu.

Berikut jadwal pertandingan selengkapnya pada Minggu, 10 November:

ENGLAND PREMIER LEAGUE

00:30 WIB – Leicester City vs Arsenal – TVRI, Mola TV (Live)
21:00 WIB – Manchester United vs Brighton & Hove Albion – TVRI, Mola TV (Live)
21:00 WIB – Wolverhampton Wanderers vs Aston Villa – Mola TV (Live)
23:30 WIB – Liverpool vs Manchester City – Mola TV (Live)

LA LIGA

00:30 WIB – Eibar vs Real Madrid – beIN Sports 1 (Live)
03:00 WIB – Barcelona vs Celta Vigo – beIN Sports 1 (Live)
18:00 WIB – Real Mallorca vs Villarreal – beIN Sports 1 (Live)
20:00 WIB – Athletic Bilbao vs Levante – beIN Sports 1 (Live)
22:00 WIB – Atletico Madrid vs Espanyol – beIN Sports 1 (Live)

SERIE A

00:00 WIB – Inter Milan vs Verona – RCTI, beIN Sports 2 (Live)
02:45 WIB – Napoli vs Genoa – beIN Sports 2 (Live)
18:30 WIB – Cagliari vs Fiorentina – beIN Sports 2 (Live)
21:00 WIB – Lazio vs Lecce – beIN Sports 2 (Live)

BUNDESLIGA

00:30 WIB – Bayern Munchen vs Borussia Dortmund – Fox Sports 2 (Live)
19:30 WIB – Borussia Monchengladbach vs Werder Bremen – Fox Sports (Live)
21:30 WIB – Wolfsburg vs Bayer Leverkusen – Fox Sports (Live)

A-LEAGUE

12:00 WIB – Melbourne Victory vs Wellington Phoenix – beIN Sports 2 (Live)
14:00 WIB – Adelaide United vs Brisbane Roar – beIN Sports 2 (Live)

INDIAN SUPER LEAGUE

21:00 WIB – Bengaluru vs Chennaiyin – Fox Sports 3 (Live)

AFC U-19 CHAMPIONSHIP QUALIFICATION

19:00 WIB – Indonesia vs Korea Utara – RCTI, Mola TV (Live)

SHOPEE LIGA 1

17:30 WIB – Kalteng Putra vs PSM Makassar – Indosiar (Live)

LIGA 2

15:30 WIB – Persik Kediri vs PSMS Medan – Vidio (Live)
19:00 WIB – Martapura FC vs Persita Tangerang – Vidio (Live)

Di Tengah Badai Cedera, Lampard Gantungkan Harapan Pada Pemain Ini

Pelatih Chelsea, Frank Lampard tetu akan berpikir keras untuk menurunkan formasi terbaik saat menghadapi Crystal Palace di pekan ke-12 Liga Primer Inggris yang berlangsung pada Sabtu, 9 November 2019 malam WIB. Pertandingan ini akan berlangsung di kandang Chelsea di Stadion Stamford Bridge.

Chelsea sedang diterpa badai cedera dan beberapa pemain seperti Ruben Loftus-Cheek, Antonio Rudiger, hingga Marco van Ginkel bakal absen. Para pemain itu tengah dibekap cedera. Begitu juga Mason Mount dan ross Barkley yang diragukan tampil di laga ini.

Dengan demikian salah satu pemain yang nanti akan diandalkan adalah Mateo Kovacic. Lampard berharap pemain tersebut mampu mencetak gol di pertandingan tersebut.

“Tentu saja saya ingin dia (Kovacic) mencetak gol, dia pun juga begitu. Dengan kualitas permainan yang telah dia tunjukkan musim ini, saya pikir kemajuan yang bisa dilakukan adalah mencetak gol, dan kami sedang mengusahakan itu,” beber Lampard.

Lebih lanjut pelatih asal Inggris itu mengatakan banyak yang mengharapkan Kovacic mencetak gol di pertandingan tersebut.

“Kalian mungkin akan melihat senyum yang lebar jika dia mencetak gol, bukan hanya dari saya tapi juga seluruh pemain sebab kami tahu dia punya kemampuan mencetak gol dan itu akan menjadi langkah maju baginya,” lanjut Lampard.

Kemenangan di laga ini sangat penting bagi Chelsea. Bila mampu meraih poin sempurna maka mereka akan merangsek ke urutan kedua, menggeser Manchester City dan terus bersaing dengan Liverpool di puncak klasemen sementara.

Namun demikian Palace bukan lawan mudah. Sekalipun bertindak sebagai tim tamu mereka akan memberikan persaingan agar tidak ingin pulang dengan tangan hampa.

Head to head kedua tim dalam 5 laga terakhir:

(30/12/18) Crystal Palace 0-1 Chelsea

(04/11/18) Chelsea 3-1 Crystal Palace

(11/03/18) Chelsea 2-1 Crystal Palace

(14/10/17) Crystal Palace 2-1 Chelsea

(01/04/17) Chelsea 1-2 Crystal Palace

5 Pertandingan Terakhir Chelsea:

(06/11/19) Chelsea 4-4 Ajax Amsterdam

(03/11/19) Watford 1-2 Chelsea

(31/10/19) Chelsea 1-2 Manchester United

(26/10/19) Burnley 2-4 Chelsea

(23/10/19) Ajax Amsterdam 0-1 Chelsea

5 Pertandingan Terakhir Crystal Palace:

(03/11/19) Crystal Palace 0-2 Leicester City

(27/10/19) Arsenal 2-2 Crystal Palace

(19/10/19) Crystal Palace 0-2 Manchester City

(05/10/19) West Ham United 1-2 Crystal Palace

(28/09/19) Crystal Palace 2- o Norwich City

Prediksi starting line-up Chelsea versus Crystal Palace:

Chelsea (4-2-3-1): Kepa Arrizabalaga; Marcos Alonso, Tomori, Kurt Zouma, Cesar Azpilicueta; N’Golo Kante, Kovacic; Christian Pulisic, Willian, Hudson-Odoi; Tammy Abraham

Pelatih: Frank Lampard

Crystal Palace (4-5-1): Hennessey; van Aanholt, Cahill, Tomkins, Ward; Schlupp, McCarthy, Milivojevic, Meyer; Zaha; Ayew

Pelatih: Roy Hodgson

Prediksi Burnley Kontra Chelsea di Pekan 10 Liga Inggris

Chelsea akan melakoni pertandingan pekan ke-10 Liga Primer Inggris pada Sabtu, 26 Oktober 2019. Kali ini The Blues akan bertindak sebagai tim tamu saat melawat ke Turf Moor Stadium yang merupakan kandang Burnley.

Kedua tim sama-sama memburu kemenangan di laga ini. Tampil di kandang sendiri tentu mendorong Burnley ingin meraih poin sempurna. Tambahan tiga poin akan mengubah posisi mereka di tabel klasemen sementara. Saat ini Burnley berada di posisi delapan dengan raihan total 12 poin dari sembilan laga.

Namun demikian Burnley belum aman karena hanya berjarak empat poin dari zona degradasi yang kini ditempati Newcastle United, Norwich City, dan Watford. Sementara itu Chelsea berada di urutan keempat dengan 17 poin dari sembilan pertandingan. Chelsea berjarak dua poin dari Manchester City dan delapan poin dari Liverpool di puncak klasemen.

Di pertandingan ini Chelsea tentu akan menurunkan formasi terbaik, begitu juga Burnley. Pelatih Chelsea, Frank Lampard diprediksi akan memainkan Christian Pulisic. Pemain ini tampil baik saat membantu Chelsea memetik kemenangan atas Ajax Amsterdam di pekan ketiga Liga Champions Eropa beberapa waktu lalu.

Tak heran Pulisic mendapat apresiasi dari sang pelatih. “Penampilan kami sangat baik bahkan para pemain pengganti yang ikut ambil bagian juga menunjukkan permainan yang memuaskan. Saya memahami kualitasnya (Pulisic). Dia masih muda, dan kami yakin dia bisa menjadi andalan,” beber Frank Lampard.

Lebih lanjut Lampard mengatakan kehadiran Pulisic sangat penting bagi timnya. Pemain tersebut menjadi salah satu opsi penting ditambah lagi memiliki sikap yang baik yang membuat Lampard antusias.

“Dia bisa menjadi pilihan yang baik untuk kami. Christian (Pulisic) selalu bermain dengan sepenuh hati. Sejauh ini, saya sangat senang dengan sikapnya menghadapi situasi seperti ini. Saya yakin ia akan menjadi pemain besar,” sambungnya.

Head to head kedua tim dalam lima pertandingan terakhir :

23/04/19 Chelsea 2 – 2 Burnley
28/10/18 Burnley 0 – 4 Chelsea
20/04/18 Burnley 1 – 2 Chelsea
12/08/17 Chelsea 2 – 3 Burnley
12/02/17 Burnley 1 – 1 Chelsea

Lima pertandingan terakhir Burnley :

14/09/19 Brighton & Hove Albion 1 – 1 Burnley
21/09/19 Burnley 2 – 0 Norwich City
28/09/19 Aston Villa 2 – 2 Burnley
29/08/19 Burnley 1 – 3 Sunderland
19/10/19 Leicester City 2 – 1 Burnley

Lima pertandingan terakhir Chelsea :

28/09/19 Chelsea 2 – 0 Brighton & Hove Albion
03/10/19 Lille 1 – 2 Chelsea
06/10/19 Southampton 1 – 4 Chelsea
19/10/19 Chelsea 1 – 0 Newcastle United
23/10/19 Ajax 0 – 1 Chelsea

Prediksi Susunan Pemain Burnley vs Chelsea :

Burnley (4-4-2) : Pope; Ward, C.Taylor, Lowton, Mee; N’Koudou, Gudmundsson, Cork, Westwood; A.Barnes, Vokes.

Pelatih: Sean Dyche

Chelsea (3-4-3) : Kepa Arrizabalaga; Cesar Azpilicueta, Antonio Rudiger, Christensen; Willian, Mount, Jorginho, M.Alonso; Christian Pulisic, Pedro Rodriguez, Oliver Giroud.

Pelatih: Frank Lampard

David Silva dan Gabriel Jesus Menangkan Man City Atas Crystal Palace

Manchester City berhasil meraih poin sempurna di pekan kesembilan Liga Primer Inggris. Tim berjuluk The Citizen itu sukess menjinakkan tuan rumah Crystal Palace di Stadion Selhurst Park pada Sabtu, 19 Oktober 2019.

Manchester Biru menang dengan dua gol tanpa balas. Sepasang gol City dicetak oleh David Silva dan Gabriel Jesus masing-masing di menit ke-39 dan 41. Kemenangan ini lebih dari cukup bagi City untuk tetap mengamankan posisi runner-up di tabel klasemen sementara dan terus menjaga persaingan dengan Liverpool di posisi teratas.

Manchester City kini mengemas total 19 poin dari sembilan pertandingan. Tim besutan pelatih Pep Guardiola itu tertinggal lima poin dari Liverpool di posisi puncak. Jarak kedua tim masih bisa bertambah lebar andai saja Liverpool mampu meraih kemenangan di pertandingan kesembilan.

Sementara itu kekalahan ini membuat Palace gagal beranjak dari posisi keenam. Palace mengemas total 14 poin dari sembilan laga, tertinggal tiga poin dari Leicester City di urutan ketiga.

Sebagai tuan rumah, Palace berusaha mencari kesempatan mencetak gol sejak menit awal. Namun tuan rumah kesulitan mengimbangi permainan tim tamu yang tampil solid sejak menit pertama.

Alih-alih mencetak gol, gawang tuan rumah justru kebobolan di menit ke-39. Bermula dari umpan silang Bernardo Silva ke kotak penalti, Gabriel Jesus dengan tenang menggetarkan gawang tuan rumah. Dua menit berselang, gawang tuan rumah kembali terkoyak. Kali ini giliran David Silva yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menjadi yang terakhir di pertandingan ini.

Pep Guardiola mengatakan timnya seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol di pertandingan tersebut, terutama di babak kedua.

“Kami menikmati gol kedua – itu bagus. Tapi di Liga Primer kita harus mencetak (gol) ketiga dan keempat karena sulit di akhir (laga) dengan tekanan tersebut,” beber Guardiola.

Selain itu mantan juru taktik Barcelona dan Bayern Muenchen itu mengomentari padatnya jadwal pertandingan yang mereka hadapi. Ia bahkan menganjurkan timnya untuk melakukan tindakan yang sedikit nyeleneh.

“Pulang ke rumah, buka kulkas, dan masuk ke dalam selama 48 jam. Sampai jumpa di Stadion Etihad dua hari lagi. Saya tidak bercanda,” sambungnya.

Susunan pemain Crystal Palace versus Manchester City:

Crystal Palace (4-1-4-1): 13-Wayne Hennessey; 2-Joel Ward, 24-Gary Cahill, 5-James Tomkins (6-Scott Dann) 83′), 3-Patrick van Aanholt; 4-Luka Milivojevic (17-Christian Benteke 76′); 18-James McArthur, 8-Cheikhou Kouyate, 15-Jeffrey Schlupp (10-Andros Townsend 55′), 11-Wilfried Zaha; 9-Jordan Ayew

Pelatih: Roy Hodgson

Manchester City (4-3-3): 31-Ederson Moraes; 27-Joao Cancelo, 25-Fernandinho, 16-Rodri, 22-Benjamin Mendy; 8-Ilkay Guendogan, 17-Kevin de Bruyne (47-Phil Foden 90′), 21-David Silva (5-John Stones 81′), 20-Bernardo Silva, 7-Raheem Sterling, 9-Gabriel Jesus

Pelatih: Pep Guardiola

Jelang Big Match Kontra Man United, Pelatih Liverpool Enggan Jemawa

Liverpool dalam posisi diuntungkan jelang pertandingan menghadapi Manchester United di Stadion Old Trafford pada Minggu, 20 Oktober 2019. Laga pekan kesembilan ini dinilai menjadi kesempatan bagi Liverpool untuk menjaga kenyamanan di posisi teratas klasemen sementara.

Saat ini Liverpool telah mengemas 24 poin, unggul tujuh angka dari Manchester City yang sudah memainkan sembilan pertandingan atau satu pertandingan lebih banyak dari The Reds.

Sementara itu United dalam situasi kurang menguntungkan menyusul hasil kurang meyakinkan sejak awal musim. Tim besutan pelatih Ole Gunnar Solskjaer itu berada di papan bawah, tepatnya di posisi ke-14 dengan tabungan sembilan poin dari delapan laga.

Meski demikian, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp enggan jemawa. Meski banyak pihak menjagokan mereka untuk meraih poin sempurna di laga ini, pelatih asal Jerman itu menyebut tuan rumah tetaplah lawan yang kuat.

“Sky Sports membuat kombinasi line-up dan memasang 11 pemain Liverpool. Itu adalah lelucon, benar-benar lelucon,” beber Klopp menanggapi pemberitaan media-media Inggris yang menjagokan Liverpool di laga ini.

Lebih lanjut mantan pelatih Borussia Dortmund itu mengatakan tidak ada yang bisa memastikan hasil akhir sebuah pertandingan. Ia mengaku pihaknya sangat mewaspadai kekuatan Setan Merah, apalagi mereka akan tampil di kandang sendiri yang dalam sejarah pertemuan kurang menguntungkan bagi Liverpool.

“Dunia saat ini adalah sirkus, dan kami ada di pusatnya – sebagian orang berharap kami menang, sebagian kalah. Saya sangat mewaspadai kekuatan Man United. Apa pun yang mereka lakukan (siapkan), kami harus tetap mempersiapkan hal itu,” beber Klopp.

Lebih lanjut, Klopp mengatakan pihanya tetap menghormati lawan yang disebut sebagai salah satu tim dengan sejarah sepak bola yang kuat di Inggris.

“Kami menghormati mereka (Man United) sebagai Man United terbaik yang akan kami hadapi. Kami tak merasa gugup karena kemenangan beruntun dan sejarah yang kami ciptakan. Kami sangat rileks sekaligus sangat berambisi,” lanjut Klopp.

Klopp mengatakan pihaknya tetap mewaspadai kekuatan Man United yang bisa menjadikan pertandingan tersebut sebagai titik balik. Untuk itu ia akan memastikan hal tersebut tidak terjadi saat kedua tim bertemu.

“Kami harus meyakinkan jika United akan bangkit musim ini, itu tidak akan tejadi pada laga melawan Liverpool,” sambungnya.

United memiliki catatan bagus saat menghadapi Liverpool di kandang sendiri. Liverpool belum pernah menang saat menghadapi The Red Devils di kota Manchester itu.

“Yang ingin saya lihat [dari pemain] adalah perpaduan antara karakter [permainan] yang kuat dan sepak bola yang sangat berani sehingga itulah yang akan kami coba perlihatkan [saat menghadapi Manchester United],” lanjut Klopp.

Sementara itu juru taktik United, Ole Gunnar Solskjaer mengatakan para pemainnya harus tampil maksimal dan mengesampingkan hasil kurang meyakinkan sejak awal musim.

Perkiraan Susunan Pemain Manchester United versus Liverpool:

Manchester United (4-2-3-1): Sergio Romero; Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Harry Maguire, Ashley Young; Scott McTominay, Nemanja Matic; Daniel James, Juan Mata, Anthony Martial; Marcus Rashford.

Pelatih: Ole Gunnar Solskjaer

Liverpool (4-3-3): Alisson Becker; Trent Alexander-Arnold; Joel Matip, Virgil van Dijk, Andrew Robertson; Jordan Henderson, Fabinho, Giorginio Wijnaldum; Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mane.

Pelatih: Jurgen Klopp

Lionel Messi Akan Habiskan Sisa Karirnya Di Barcelona

Lionel Messi Akan Habiskan Sisa Karirnya Di Barcelona – Lionel Messi akhirnya sudah angkat bicara terkait dengan situasi kontraknya di Barcelona. Pesepakbola asal Argentina itu sudah berjanji akan bertahan di Barcelona hingga akhir karirnya. Beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar mengenai klausul istimewa dalam kontrak Lionel Messi. Sang pemain disebut bisa meninggalkan Barcelona kapanpun ia mau tanpa harus membayar kompensasi apapun.

Lionel Messi Akan Habiskan Sisa Karirnya Di Barcelona

Situasi ini menimbulkan sejumlah spekulasi mengenai masa depan dari Lionel Messi. Tidak sedikit pun yang takut jika pemain berumur 32 tahun itu akan angkat kaki dari Barca dalam waktu dekat. Namun Messi menegaskan bahwa ia tidak akan hengkang dari Barcelona dalam waktu dekat. Messi mengatakan kepada kepada RAC 1, Tentu saja ia akan bertahan jika kalian mencintai saya. Messi juga menyebut bahwa ia sudah merasa sangat nyaman di Barcelona. Untuk itu ia siap menutup karirnya di El Blagurana.

Lionel Messi sangat senang dengan ide bertahan di sini dan segalanya tetap sama. Saya malah merasa semakin yakin saya akan mengakhiri karir saya di sini. Ia juga mempertimbangkan ini karena keinginan saya dan juga kepentingan keluarga saya. Saya tidak ingin mengubah lingkaran sosial dan persahabatan yang telah dimiliki anak saya. Saya tidak sudah merasakan bagaimana rasanya berpisah dengan teman-teman saya dan saya tidak mau hal yang sama terjadi pada anak-anak saya.”

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Messi mengakui pada awalnya ia berencana untuk menutup karirnya di Newell Old Boys yang merupakan klub masa kecilnya. Namun ia menyebut bahwa ia kini mulai meragukan impiannya itu bisa terwujud. “Saya sudah bermimpi sejak kecil untuk merasakan bermain di sepakbola Argentina. Segalanya memang berbeda di sana, baik sisi baik maupun buruknya. Namun terkadang anda harus memikirkan kepentingan keluarga anda ketimbang apa yang anda inginkan.” ia menandaskan. Kontrak Messi di Barcelona sendiri akan segera habis. Kontraknya saat ini akan berakhir di musim panas tahun 2021 mendatang.

Luciano Spalletti Semakin Dekat Dengan AC Milan

Luciano Spalletti Semakin Dekat Dengan AC Milan – Rumor mengenai calon pelatih baru dari skuad AC Milan semakin banyak diberitakan. Kali ini, Luciano Spalletti masuk dalam daftar kandidat terkuat pengganti Marco Giampaolo. Giampaolo sendiri sedang berada di ujung tanduk dan rentetan torehan negatif yang diraih AC Milan pada musim ini membuatnya kian sering diisukan bakalan dipecat dalam waktu dekat.

Luciano Spalletti Semakin Dekat Dengan AC Milan

Jika belum tahu, klub berjuluk Rossoneri tersebut saat ini sedang menempari peringkat 13 di klasemen sementara Serie A 2019/20. Mereka hanya mampu mendulang sembilan poin saja dari tujuh pertandingan yang telah dilakoni. Torehan terburuknya sejauh ini adalah tiga kekalahan beruntun yang diraih sejak menghadapi Inter Milan pada akhir bulan September lalu. Beruntung, rentetan hasil negatif tersebut berhenti pada akhir pekan kemarin saat bertandang ke markas Genoa.

Saat melawat ke markas Genoa, Minggu (6/10/2019), AC Milan berhasil menuai kemenangan dengan skor tipis 2-1. Kedua golnya dicetak oleh Theo Hernandez dan Franck Kessie masing-masing pada menit ke-51 dan 57. Walaupun demikian, hasil tersebut tidak membuat rumor pemecatan Giampaolo berhenti. Malah sebaliknya, belakangan ini Milan terus dikabarkan akan memecatnya dalam waktu dekat.

Luciano Spalletti disebut sebagai kandidat terkuat dari berbagai nama yang tersebar di publik saat ini. Sky Sport Italia, Sportitalia, dan juga Tuttomercatoweb menyebutkan bahwa kedua belah pihak sudah memulai obrolan. Namun ada satu permasalahan penting. Pria yang juga pernah melatih AS Roma itu masih memiliki kontrak dua tahun dengan Inter Milan. Tapi, diyakini bahwa Eliott Management serta Suning Group akan mencapai kesepakatan dengan mudah soal itu.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Spalletti sendiri dikabarkan harus berkorban jika ingin pindah ke Milan dengan merelakan gajinya bersama Inter. Gazetta dello Sport dan Tuttomercatoweb melaporkan bahwa pelatih berumur 60 tahun itu hanya akan menerima bayaran selama enam bulan dari Nerazzurri. Jika Spalletti ingin dibayar secara penuh, maka Inter harus menyediakan dana sebesar 15 juta euro. Sementara itu, TMW meyakini bahwa Elliott mampu memenuhi permintaan Spalletti berupa kontrak berdurasi dua tahun dengan bayaran senilai empat juta euro.

Manchester United Rekrut Mauricio Pochettino

Manchester United Rekrut Mauricio Pochettino – Mantan dari pemain Manchester United, Lee Sharpe langsung angkat bicara mengenai siapa sosok yang tepat untuk menjadi pelatih baru untuk skuad Manchester United. Ia percaya bahwa seroang Mauricio Pochettino dapat menjado pilihan yang sangat tepat daripada harus memilih Arsene Wenger sebagai juru taktik dari Setan Merah.

Manchester United Rekrut Mauricio Pochettino

Beberapa pekan terakhir ini sejumlah pendukung dari Manchester United sudah mulai merasa gerah dengan Ole Gunnar Solskjaer. Merekan menuntut sang pelatih agar mundur setelah Manchester United kesulitan dalam meraih hasil yang bagus sejak awal musim kemarin.

Sejumlah nama mulai didengungkan menjadi calon juru taktik untuk skuad Manchester United yang baru, namun belakangan ini ada Arsene Wenger dan juga Mauricio Pochettino yang diandalkan untuk menjadi pengganti dari Solskjaer di Old Trafford. Namun sharpe menilai bahwa Wenger bukanlah sosok yang tepat untuk Manchester United karena ia kurang memahami kemampuan dari pemain Manchester  United.

Sharpe sangat yakin bahwa Wenger adalah sosok manajer yang sangat bagus, namun ia mengatakan bahwa pelatih asal Prancis itu sudah  menjadi ikon dari Arsenal sehingga akan sangat aneh jika menangani Manchester United yang notabene rival Arsenal.

Wenger adalah manajer yang hebat. Ia sangat bijak dan punya pengetahuan yang luar mengenai sepakbola. ia mungkin akan menjadi manajer yang baik untuk United. Namun sekali lagi, ia terlalu Arsenal untuk United. Ia berada di klub itu terlalu lama sehingga ia sudah menjadi lambang dari klub itu.

Ketimbang Wenger, Sharpe merekomendasikan United untuk merekrut pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino. Sharpe menilai bahwa pelatih asal Argentina itu bakal menjadi juru taktik yang pas untuk membangkitkan performa Setan Merah. “Saya sendiri akan lebih memilih Pochettino untuk manajer berikutnya. Klub harus menebus klausul rilisnya dan saya rasa ia saat ini tidak bahagia di Tottenham.” tandasnya.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Manajemen United melalui Ed Woodward beberapa waktu yang lalu menegaskan bahwa mereka masih belum berencana memecat Solskjaer. Mereka sudah berkomitmen untuk mendukung rencana sang pelatih dan mereka akan bersabar dengan rencana yang tengah dibangun Solskjaer.

Massimiliano Allegri Mulai Belajar Bahasa Inggris

Massimiliano Allegri Mulai Belajar Bahasa Inggris – Mantan pelatih dari Juventus, Massimiliano Allegri, dikabarkan sedang memulai membuka diri untuk melatih skuad Manchester United, bahkan dia juga ada memulai les Bahasa inggris sebagai persiapannya. Manchester United menampilkan perorma yang tidak terlalu bagus di bawah kendali Ole Gunnar Solskjaer. Dikabarkan Ole Gunnar Solskjaer akan di pecat, dan kabar tersebut terus berkembang pada awal musim tahun 2019/2020 ini.

Massimiliano Allegri Mulai Belajar Bahasa Inggris

Awalnya, Solskjaer hanya mampu memberikan hasil yang bagus untuk Manchester United. Saat didapuk menjadi pengganti Jose Mourinho pada Desember tahun 2018 yang lalu, Manchester United tampil dengan bagus dan juga sempat berada pada empat besar klasemen Premier League. Akan tetapi, performa Manchester United mulai menurun di akhir musim dan Ole Gunnar Solskjaer belum juga membawa Manchester United dapat tampil bagus hingga saat ini. Manchester United kini berada di posisi ke 11 klasemen sementara Premier League.

Sejumlah pengamat memprediksikan bahwa karir dari Ole Gunnar Solskjaer tidak akan berlangsung lama, jika hasil buruk terus diraih. Manchester United saat ini masih saja bersabar dan memberi kesempatan pada  manajer yang berusia 56 tahun. Pilihan untuk menunjuk manajer baru tetap terbuka dan salah satu sosok yang paling mungkin dipilih oleh Manchester United adalah Massimiliano Allegri.

Massimiliano Allegri saat ini tidak terikat dengan kontrak dengan klub mana pun dan ia telah memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Juventus pasca memungkasi musim 2018/2019 lalu. Allegri tertarik untuk menjadi manajer di Old Trafford dan salah satu buktinya adalah dengan keseriusan Allegri belajar bahasa Inggris Bukan hanya Manchester United yang bakal menjadi opsi bagi Massimiliano Allegri. Saat ini ia menjadi target dari Tottenham dan Allegri pun tertarik untuk melanjutkan karir di Inggris.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Tottenham sebenarnya punya catatan bagus bersama Mauricio Pochettino. Akan tetapi, langkah gontai kini tengah dijalani Tottenham bersama manajer asal Argentina pada awal musim 2019/2020. Tottenham baru saja kalah dengan skot 2-7 dari Bayern Munchen di Liga Champions. Pilihan untuk mengganti Pochettino mulai menguat dan Allegri bakal menjadi kandidat potensi untuk klub asal London Utara.