Lukaku Jadi Pahlawan Kemenangan Inter Atas Bologna

Romelu Lukaku menjadi pahlawan kemenangan Inter Milan atas Bologna di pekan ke-11 Serie A Italia. Menghadapi Bologna di Stadion Renato Dall’Ara, mantan pemain Manchester United itu mencetak dua gol untuk memastikan kemenangan timnya dengan skor 2-1.

Sepasang gol pemain internasional Belgia itu dilesatkan di menit ke-75 dan sepakan penalti di menit ke-90+1. Sementara itu satu-satunya gol tuan rumah dicetak oleh Roberto Soriano di menit ke-59.

Kemenangan ini membuat Inter Milan terus bersaing dengan Juventus di puncak klasemen sementara. Internazionale Milan kini mengemas total 28 poin dari 11 pertandingan. Sementara itu Bologna masih terpaku di papan bawah tepatnya di urutan ke-12 dengan tabungan total 12 poin dari 11 pertandingan.

Inter Milan tidak mudah mendapatkan peluang dan mencetak gol di laga ini. Tim tamu kerap mendapat tantangan dari tuan rumah. Bahkan tuan rumah mampu mencatatkan keunggulan penguasaan bola.

Inter sempat memiliki beberapa peluang emas di babak pertama, namun tak satu pun yang mampu dikonversi menjadi gol. Bologna justru mampu memecah kebuntuan di awal babak kedua. Tepatnya di menit ke-59, Soriano sukses mencatatkan namanya di papan skor usai menuntaskan umpan pendek dari Mattias Svanberg.

Gol ini memacu para pemain Inter untuk terus meningkatkan intensitas serangan. Lukaku akhirnya keluar sebagai pahlawan Inter saat menyamakan kedudukan di menit ke-75.

Gol ini berawal dari umpan silang Marcelo Brozovic yang disambut Martinez dengan sundulan. Bola kemudian dilanjutkan dengan tendangan keras oleh Milan Skriniar namun masih sempat diblok kiper Bologna. Bola tepisan itu kemudian dituntaskan Lukaku menjadi gol.

Pemain yang pernah bermain untuk Everton itu tampil sebagai pahlawan setelah mencetak gol kedua di penghujung laga. Lautaro Martinez dilanggar di kotak terlarang dan wasit langsung menunjuk titik putih. Sebagai eksekutor, Lukaku sukses menjalankan tugasnya dengan baik.

Pelatih Inter, Antonio Conte memberikan apresiasi kepada anak asuhnya, terutama saat mengejar ketertinggalan.

“Ada respon yang hebat dari tim (usai tertinggal). Cara kami kebobolan, yang secara teknis merupakan gol bunuh diri karena memantul (Stefan) De Vrij, itu bisa saja menjatuhkan kami. Gol itu bisa menjatuhkan kami,” beber Conte.

“Tapi para pemain malah menunjukkan kekuatan tersembunyi dalam diri mereka untuk melawan dan membalikkan kedudukan. Itu sebuah sinyal luar biasa, karena amat mudah untuk menilai ketika segala sesuatunya berjalan lancar. Sebuah tim yang mampu bereaksi dalam situasi sulit dan mengubahnya menjadi kemenangan tentu merupakan sebuah pertanda baik,” sambungnya.

Susunan pemain Bologna versus Inter Milan:

Bologna (4-2-3-1): 28-Lukasz Skorupski; 15-Ibrahima Mbaye, 23-Danilo, 13-Mattia Bani, 11-Ladislav Krejci; 16-Andrea Poli (Gary Medel 72′), 32-Mattias Svanberg; 7-Riccardo Orsolini, 21-Roberto Soriano (Blerim Dzemaili 76′), 10-Nicola Sansone (Federico Santander 84′); 24-Rodrigo Palacio

Pelatih: Sinisa Mihajlovic

Inter Milan (3-5-2): 1-Samir Handanovic; 37-Milan Skriniar, 6-Stefan De Vrij, 95-Alessandro Bastoni; 19-Valentino Lazaro (Matteo Politano 85′), 5-Roberto Gagliardini (Matias Vecino 72′), 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 34-Cristiano Biraghi (Antonio Candreva 74′); 9- Romelu Lukaku, 18- Lautaro Martinez

Pelatih: Antonio Conte

Inter Milan Tekuk Brescia dan Kembali ke Puncak Serie A

Inter Milan sukses memetik kemenangan di pekan ke-10 Serie A Italia. Pertandingan yang digelar di Stadion Mario Rigamonti pada Selasa, 29 Oktober 2019 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB itu, Internazionale Milan berhasil membungkam tuan rumah Brescia dengan skor 2-1.

Sepasang gol Nerazzuri dicetak oleh Lautaro Martinez di menit ke-23 dan Romelu Lukaku di menit ke-63. Sementara itu satu-satunya gol tuan rumah lahir dari gol bunuh diri Milan Skriniar di menit ke-76.

Kemenangan ini sangat berarti bagi Inter. Tambahan tiga poin membuat Inter berhak kembali ke puncak klasemen. Dengan tabungan 25 poin dari 10 pertandingan, Inter sementara ini unggul dua poin dari Juventus yang belum memainkan laga ke-10.

Sementara itu Brescia tertahan di zona degradasi. Tim tersebut baru mengemas tujuh poin dari sembilan pertandingan dan menempati posisi ke-18. Brescia hanya berjarak satu poin dari Genoa di zona aman.

Inter yang bertindak sebagai tim tamu berusaha menguasai jalannya pertandingan. Sekalipun tidak mudah, namun tim tamu mampu mencatatkan keunggulan dalam penguasaan bola dengan lebih dari 55 persen. Namun demikian tuan rumah memiliki peluang lebih banyak dengan melepaskan total 15 tembakan dengan enam di antaranya mengenai target. Sementara itu Inter hanya mampu melepaskan dua tembakan “on target.”

Inter membuka keunggulan setelah sepakan Lautaro Martinez gagal diantisipasi kiper tuan rumah. Hal ini disebabkan oleh bola mengenai bek Andrea Cistana dan berbelok arah tanpa bisa diantisipasi sang penjaga gawang.

Inter mencatatkan keunggulan satu gol di paruh pertama. Di awal babak kedua, giliran Lukaku yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan Roberto Gagliardini, mantan pemain Everton dan Manchester United itu berhasil melepaskan sepakan dari luar kotak penalti tanpa bisa dibendung kiper tuan rumah.

Tuan rumah yang terus berusaha menciptakan peluang hanya bisa mendapatkan satu gol. Itu pun akibat kesalahan pemain Inter Milan. Hingga laga usai, Inter sukses menjaga keunggulan dengan skor 2-1.

Usai pertandingan pelatih Inter, Antonio Conte mengatakan, tidak mudah bagi timnya untuk memetik kemenangan. Ia mengaku para pemain sudah menampilkan performa terbaik.

“Amat sulit membicarakan tentang permainan, sebab pemain-pemain yang sama selalu tampil di setiap laga. Mereka berjuang sampai level luar biasa,” beber Conte.

Lebih lanjut mantan pelatih Chelsea itu mengatakan timnya harus menghadapi laga sulit di tengah padatnya jadwal pertandingan. Untuk itu ia memberikan apresiasi kepada para pemainnya..

“Ini adalah laga keempat kami dalam 9 hari, dengan pemain-pemain yang sama. Kalau sudah begini, apapun hasilnya tentu bisa dimaklumi. Yang kami bisa lakukan hanya berterima kasih pada para pemain atas semangat yang terus mereka tunjukkan sampai akhir,” lanjutnya.

Terkait peluang gelar di akhir musim, pelatih asal Italia itu pun memilih merendah. Ia mengatakan dirinya belum lama menangani Inter dan perjalanan timnya menuju akhir musim masih panjang.

Susunan starting line-up Brescia versus Inter Milan:

Brescia: 22-Enrico Alfonso; 2-Stefano Sabelli, 15-Andrea Cistana, 5-Daniele Gastaladello, 3-Ales Mateju; 25-Dimitri Bisoli, 4-Sandro Tonali, 28-Romulo; 19-Massimiliano Mangraviti

Pelatih: Euginio Corini

Inter Milan: 1-Samir Handanovic; 37-Milan Skriniar, 2-Diego Godin, 6-Stefan de Vrij; 87-Antonio Candreva, 5-Roberto Gagliardini, 77-Marcelo Brozovic, 23-Nicolo Barella, 18-Kwadwo Asamoah; 9- Romelu Lukaku, 10-Lautaro Martinez

Pelatih: Antonio Conte