Roma Melawat ke Markas Genoa di Pekan ke-20 Serie A

AS Roma akan menghadapi Genoa di pekan ke-20 Serie A Italia. Laga ini akan digelar di Stdaion Luigi Ferais yang merupakan kandang Genoa pada Senin, 20 Januari 2020 dini hari WIB.

Di atas kertas Serigala Roma berpeluang meraih kemenangan. Hal ini berkaca pada catatan pertemuan yang lebih berpihak pada Roma. Dalam tujuh pertemuan terakhir, Roma tak pernah menuai pil pahit. Empat kemenangan dan tiga hasil seri dalam head to head kedua tim membuat Roma diprediksi akan memenangi laga ini.

Namun demikian Genoa bukan tim yang bisa dikalahkan begitu saja. Tampil di kandang sendiri membuat semangat dan motivasi para pemain Genoa akan bertambah.

Pelatih Roma, Paulo Fonseca pun menegaskan timnya mematok target kemenangan di laga ini. Kemenangan adalah target utama mereka sebagai persiapan untuk menghadapi pertandingan penting berikutnya.

“Kami bermain untuk menang dan akan menghadapi Juventus di babak selanjutnya. Ini akan sulit bermain tandang, tetapi kami harus selalu mengincar kemenangan di lapangan,” beber Fonseca.

“Saya hampir menyukai segalanya dalam performa malam inni. Kami bertahan dengan baik dan memiliki kans mencetak gol di babak pertama. Laga menjadi terbuka di paruh kedua dan kami mampu menciptakan dua gol,” lanjut Fonseca.

Fonseca pun enggan berbicara banyak terkait bursa transfer musim dingin ini. Beberapa pemain dikaitkan dengan Roma. Namun demikian ia enggan membeberkan hal itu lebih lanjut.

“Pasar transfer pemain? Saya tidak bicara tentang siapa pun. Baik Politano maupun Ibanez belum tiba, tapi Politano adalah pemain yang baik,” tegas Fonseca.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

26-08-2019 Roma 3-3 Genoa (Serie A)

05-05-2019 Genoa 1-1 Roma (Serie A)

17-12-2018 Roma 3-2 Genoa (Serie A)

19-04-2018 Roma 2-1 Genoa (Serie A)

26-11-2017 Genoa 1-1 Roma (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Genoa:

15-12-2019 Genoa 0-1 Sampdoria (Serie A)

22-12-2019 Inter 4-0 Genoa (Serie A)

06-01-2020 Genoa 2-1 Sassuolo (Serie A)

10-01-2020 Torino 1-1 Genoa (Coppa Italia)

13-01-2020 Verona 2-1 Genoa (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir AS Roma:

16-12-2019 Roma 3-1 SPAL (Serie A)

21-12-2019 Fiorentina 1-4 Roma (Serie A)

06-01-2020 Roma 0-2 Torino (Serie A)

13-01-2020 Roma 1-2 Juventus (Serie A)

17-01-2020 Parma 0-2 Roma (Coppa Italia).

Perkiraan Starting line up Genoa versus Juventus:

Genoa (3-5-1-1): Mattia Perin; Davide Biraschi, Edoardo Goldaniga, Christian Romero; Paolo Ghiglione, Stefano Sturaro, Ivan Radovanovic, Filip Jagiello, Peter Ankersen; Goran Pandev; Andrea Favilli.

Pelatih: Davide Nicola.

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez; Leonardo Spinazzola, Gianluca Mancini, Chris Smalling, Juan Jesus; Amadou Diawara, Jordan Veretout; Cengiz Under, Lorenzo Pellegrini, Diego Perotti; Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca.

Pelatih Roma Sebut Laga di Kandang Fiorentina Tak Bakal Mudah

AS Roma akan menjalani laga tandang di pekan ke-17 Serie A Italia pada Sabtu, 20 Desember 2019. Pertandingan itu akan digelar di markas Fiorentina di Stadion Artemio Franchi.

Bagi Roma, laga ini jelas tidak mudah. Sebagaimana dikatakan pelatih Serigala Roma, Paulo Fonseca, timnya selalu kesulitan saat bermain di kandang Fiorentina. Ia mengakui kekuatan tuan rumah.

“Roma selalu kesulitan bertanding di Florence. Mereka adalah tim yang kuat, dengan sekelompok pemain yang bagus,” beber Fonseca.

Lebih lanjut Fonseca mengatakan Fiorentina adalah tim yang kuat. Hal ini telah ditunjukkan saat menghadapi Inter Milan. Tak heran pertemuan ini menjadi ujian bagi kekuatan Serigala Roma.

“Mereka tampil sangat bagus melawan Inter. Ini akan jadi ujian bagi kami besok. Kami harus sangat fokus,” sambungnya.

Tentu Roma harus menurunkan formasi terbaik bila ingin membawa pualang hasil positif. Kabar baik bagi para pendukung Gialorrosi, salah satu pemain andalannya, Chris Smalling sudah bisa berlaga lagi. Pemain asal Inggris yang berposisi sebagai bek itu sempat absen dalam dua laga karena cedera lutut. Fonseca menegaskan pemain tersebut siap tampil menghadapi Fiorentina.

“Smalling berlatih bersama kami kemarin dan hari ini. Dia baik-baik saja dan jadi opsi untuk pertandingan besok,” tegasnya.

Sementara itu pelatih Fiorentina, Vincenzo Montella, mengatakan timnya dirinya selalu berada dalam tekanan saat menghadapi setiap pertandingan, termasuk kala menjamu Roma.

“Aku tidak tahu jawabannya. Saya akan selalu berada di bawah tekanan, itulah sifat pekerjaan itu. Jika klub belum membuat langkah sejauh ini, meskipun ada tekanan dari luar, itu berarti mereka percaya pada saya. Pada saat yang sama, saya sadar bahwa empat kekalahan berturut-turut tidak dapat diterima,” ungkap Montella.

5 Pertemuan Terakhir Kedua Tim:

04-04-2019 Roma 2-2 Fiorentina (Serie A)

31-01-2019 Fiorentina 7-1 Roma (Coppa Italia)

04-11-2018 Fiorentina 1-1 Roma (Serie A)

07-04-2018 Roma 0-2 Fiorentina (Serie A)

05-11-2017 Fiorentina 2-4 Roma (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir Fiorentina:

24-11-2019 Verona 1-0 Fiorentina (Serie A)

01-12-2019 Fiorentina 0-1 Lecce (Serie A)

04-12-2019 Fiorentina 2-0 Cittadella (Coppa Italia)

08-12-2019 Torino 2-1 Fiorentina (Serie A)

16-12-2019 Fiorentina 1-1 Inter Milan (Serie A).

5 Pertandingan Terakhir AS Roma:

29-11-2019 Basaksehir 0-3 Roma (UEL)

02-12-2019 Verona 1-3 Roma (Serie A)

07-12-2019 Inter Milan 0-0 Roma (Serie A)

13-12-2019 Roma 2-2 Wolfsberger (UEL)

16-12-2019 Roma 3-1 SPAL (Serie A).

Perkiraan starting line-up Fiorentina versus AS Roma:

Fiorentina (3-4-1-2): Dragowski; Milenkovic, Pezzella, Caceres; Lirola, Pulgar, Badelj, Dalbert; Castrovilli; Chiesa, Vlahovic.

Pelatih: Vincenzo Montella.

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez; Spinazzola, Mancini, Fazio, Kolarov; Veretout, Diawara; Zaniolo, Pellegrini, Perotti; Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca.

Diimbangi Wolfesberger di Liga Europa, Pelatih Roma Sebut Timnya Terlalu Jemawa

AS Roma harus menerima hasil imbang di laga terakhir penyisihan grup J Liga Europa saat menghadapi Wolfersberger. Laga ini berlangsung di kandang Serigala Roma di Stadion Olimpico. Namun demikian tuan rumah hanya mampu meraih satu poin di laga kandang ini.

Hasil imbang ini tentu diluar prediksi Roma. Selain tampil di kandang sendiri, di atas kertas Roma lebih diunggulkan karena memiliki armada yang lebih mumpuni. Pelatih Roma, Paulo Fonseca pun angkat bicara terkait sebab raihan hasil imbang itu.

Menurut pelatih asal Italia itu, timnya gagal memenangi pertandingan karena terlalu jemawa. Sebelum pertandingan, Roma terlalu optimistis bakal meraih kemenangan dengan mudah. Ternyata saat berlaga di lapangan pertandingan, situasi menjadi berbeda. Apa yang diharapkan tidak sesuai kenyataan.

“Kami mencapai tujuan kami untuk melaju ke fase gugur. Sangat penting untuk meraih kemenangan, namun kami tidak bermain dengan sikap tepat,” tandas Fonseca.

Lebih lanjut Fonseca mengatakan hal tersebut merupakan kesalahan yang dibuat timnya sendiri. Mengawali pertandingan tidak dengan sikap yang tepat. Ternyata lawan mampu menunjukkan diri sebagai tim yang baik dan patut diperhitungkan.

“Jelas, kami membuat kesalahan dengan berpikir kami akan meraih kemenangan sebelum laga dimulai. Namun Wolfsberg adalah tim yang baik,” sambungnya.

Sikap kurang tepat para pemain Roma ini membuat lawan mampu memanfaatkan dengan baik. Performa Roma terlihat kurang meyakinkan dengan banyaknya peluang yang terbuang sia-sia.

“Kami membuat banyak kesalahan, mereka menekan kami dan itu normal. Kami banyak membuat kesalahan sehingga tidak bisa mendapatkan hasil yang kami inginkan,” pungkasnya.

Sekalipun hanya meraih hasil imbang, Roma tetap berhak atas satu tiket ke babak 32 besar. Selain AS Roma, wakil Italia lainnya yang lolos ke babak selanjutnya adalah Inter Milan. Sementara itu tim-tim unggulan lainnya yang lolos adalah Arsenal, Manchester United, Ajax Amsterdam, dan Sevilla.

Liga Primer Inggris menjadi satu-satunya yang mengirim wakil lengkap ke babak knock out. Sementara itu La Liga Spanyol diwakili oleh Sevilla dan Espanyol. Liga Portugal diwakili oleh Benfica dan FC Porto. RB Salzburg menjadi salah satu wakil Bundesliga Jerman di kompetisi kasta kedua antarklub di benua biru. Wakil lainnya dari Jerman adalah Bayer Leverkusen.

Tim-tim unggulan ini akan bersaing dengan tim-tim non unggulan untuk melangkah ke babak 16 besar. Namun demikian belum diketahui siapa lawan masing-masing di babak 32 besar lantaran masih menunggu jadwal undian yang akan digelar dalam waktu dekat.

 

 

 

 

Laga Hidup Mati AS Roma di Matchday 5 Liga Europa Dini Hari Nanti

AS Roma akan menjalani pertandingan penting di matchday kelima Liga Europa pada Kamis, 28 November 2019 waktu setempat atau Jumat dini hari WIB. Pertandingan kontra Istanbul Basaksehir akan menentukan langkah Roma ke babak selanjutnya.

Saat ini Serigala Roma berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup J dengan raihan total lima poin dari empat pertandingan. Roma kalah selisih gol dari Borussia Moenchengladbach dan berjarak dua poin dari Istanbul di posisi teratas.

Bila Roma gagal meraih kemenangan di laga ini maka pintu ke babak 16 besar bakal tertutup. Sementara itu Istanbul hanya perlu menjaga tren positif agar tetap berada di posisi teratas.

Menghadapi pertandingan ini Roma memiliki modal penting dari pentas domestik. Mereka sukses memetik kemenangan atas Brescia akhir pekan lalu. Roma menang telak tiga gol tanpa balas. Chriss Smalling tampil gemilang di laga tersebut dengan mencetak satu gol.

“Saya menikmati sepakbola saya dan saya kira tim, seperti yang bisa Anda lihat, juga menikmati permainan kami. Kami harus jalan terus karena perjalanan masih panjang,” beber Smalling.

Sementara itu pelatih Roma, Paulo Fonseca akan mengerahkan segenap kemampuan untuk meracik strategi terbaik. Tidak hanya itu ia bahkan akan kembali menggunakan jurus maut yakni berteriak kepada para pemainnya.

“Terkadang Anda perlu meninggikan suara. Di babak pertama kami mendapatkan celah-celah, tapi tak bermain dengan tempo yang tepat, kami tak cukup agresif. Jadi kami harus mengubahnya,” beber Fonseca.

“Pendekatan saya itu tergantung pada situasi. Beberapa kali saya marah di ruang ganti, di kesempatan lainnya saya dengan kalem menjelaskan ke para pemain baik secara kolektif dan individu, apa yang perlu mereka lakukan,” sambungnya.

Head to head kedua tim:

20-09-2019 Roma 4-0 Basaksehir (UEL).

5 Pertandingan Terakhir Istanbul Basaksehir:

29-10-2019 Basaksehir 2-2 Trabzonspor (Liga)

02-11-2019 Alanyaspor 0-0 Basaksehir (Liga)

08-11-2019 Wolfsberger 0-3 Basaksehir (UEL)

10-11-2019 Basaksehir 2-1 Ankaragucu (Liga)

23-11-2019 Galatasaray 0-1 Basaksehir (Liga).

5 Pertandingan Terakhir AS Roma:

31-10-2019 Udinese 0-4 Roma (Serie A)

02-11-2019 Roma 2-1 Napoli (Serie A)

08-11-2019 Gladbach 2-1 Roma (UEL)

11-11-2019 Parma 2-0 Roma (Serie A)

24-11-2019 Roma 3-0 Brescia (Serie A).

Perkiraan Starting Line-up Istanbul Basaksehir versus AS Roma:

Istanbul Basaksehir (4-2-3-1): Gunok; Caicara, Ponck, Skrtel, Clichy; Topal, Tekdemir; Visca, Kahveci, Gulbrandsen; Crivelli.

Pelatih: Okan Buruk.

AS Roma (4-2-3-1): Pau Lopez; Spinazzola, Mancini, Smalling, Kolarov; Diawara, Veretout; Under, Zaniolo, Kluivert; Dzeko.

AS Roma Sukses Tekuk Napoli di Pekan ke-11 Serie A

AS Roma berhasil memetik kemenangan di pekan ke-11 Serie A Italia. Tampil di kandang sendiri di Stadion Olimpico pada Sabtu, 2 November 2019, Serigala Roma sukses membungkam tamunya Lazio dengan skor 2-1.

Sepasang gol Giallorossi dipersembahkan oleh Nicolo Zaniolo di menit ke-19 dan penalti Jordan Veretout di menit ke-55. Sementara itu satu-satunya gol Napoli dicetak oleh Arkadiusz Milik di menit ke-72.

Tambahan tiga poin membuat tabungan poin Roma menjadi 22 dari 11 pertandingan. Roma berada di posisi ketiga. Sementara itu Napoli gagal memperbaiki posisi dan kini berada di posisi ketujuh dengan raihan total 18 poin dari 11 laga yang telah dijalani.

Kemenangan AS Roma di laga ini tidak lepas dari performa apik para pemainnya. Sekalipun tampil di bawah tekanan Napoli, Roma bermain lebih efektif. Penguasan bola dipegang tim tamu dengan prosentase 54 persen. Namun tiga sepakan tepat sasaran Napoli hanya satu yang berbuah gol, berbanding tiga milik tuan rumah.

Gol pertama Roma tak lepas dari kejelian Zaniolo dalam melepaskan sepakan menggunakan kaki kiri yang tak mampu dibendung kiper Napoli. Bagi Nicolo ini merupakan gol keempat dari empat pertandingan terakhir. Roma memimpin satu gol hingga babak pertama berakhir.

Di awal babak kedua, tuan rumah kembali menggandakan keunggulan. Kali ini terjadi melalui eksekusi penalti Veretout yang tak mampu digagalkan kiper Napoli. Sebelum laga usai tim tamu sempat memperkecil ketertinggalan. Berawal dari umpan Lozano, Milik sukses mengkonversi menjadi gol.

AS Roma beruntung meraih poin penuh di laga ini. Jelang bubaran, salah satu pemainnya, yakni Yildrin Cetin mendapat kartu merah.

“Kami menghadapi tim yang kuat, tapi kami memulai dengan buruk, selalu mengoper ke belakang. Kami mencetak gol bagus, membuang penalti, dan tim merasakan kemunduran itu. Jadi kami kehilangan agresi dan penempatan posisi,” beber pelatih Roma, Paulo Fonseca.

Lebih lanjut Paulo Fonseca mengatakan timnya sempat tertekan di babak pertama. Namun setelah jeda mereka sukses bangkit dan mampu menguasai jalannya pertandingan.

“Wajar saja Napoli mengambil keuntungan dari sana dan bereaksi dengan cara mereka. Kami berbicara saat turun minum, dan sadar harus terus menekan mereka hingga jauh ke depan, sejak saat itu kami mengontrol pertandingan, dengan babak kedua yang bagus,” lanjutnya.

Susunan pemain AS Roma versus Napoli:

AS Roma (4-2-3-1): 13-Pau Lopez; 37-Leonardo Spinazzola, 15-Mert Cetin, 6-Chris Smalling, 11-Aleksandar Kolarov; 21-Jordan Veretout, 23-Gianluca Mancini; 22-Nicolo Zaniolo, 27-Javier Pastore, 99-Justin Kluivert; 9-Edin Dzeko.

Pelatih: Paulo Fonseca

Napoli (4-4-2): 1-Alex Meret; 22-Di Lorenzo, 44-Kostas Manolas, 26-Kalidou Koulibaly, 6-Mario Rui; 7-Jose Callejon, 20-Zielinski, 8-Fabian Ruiz, 24-Lorenzo Insigne; 99-Arkadiusz Milik, 14-Dries Mertens.

Pelatih: Carlo Ancelotti