Arsene Wenger Ambil Bagian Di Belakang Layar FIFA

Arsene Wenger Ambil Bagian Di Belakang Layar FIFA – Mantan Pelatih dari Arsenal, Arsene Wenger, sepertinya sudah menemukan tujuan berikutnya. Bukan sebagai pelatih, pria asal Prancis tersebut dikabarkan akan segera menduduki jabatan sebagai kepala teknis FIFA. Seperti yang sudah diketahui, Wenger memutuskan untuk segera mengakhiri karir kepelatihannya itu di skuad Arsenal yang sudah berjalan selama 22 tahun. Ia terlihat sangat betah dengan statusnya sebagai pengangguran meski mengaku telah menerima banyak tawaran dari klub besar.

Arsene Wenger Ambil Bagian Di Belakang Layar FIFA

Beberapa rumor juga sempat mengaitkan dirinya dengan klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Kabar itu menguak setelah Real Madrid berulang kali mengalami pergantian pelatih dalam satu musim. Ia juga sempat dikaitkan dengan AC Milan. Wenger sendiri pernah mengungkapkan bahwa masa depannya masih akan berkutat di pinggir lapangan sebagai pelatih. Namun baru-baru ini, ia dikabarkan telah menerima tawaran yang berbeda dari bidang yang benar-benar dikuasainya.

Baru-baru ini, New York Times merilis kabar yang mengejutkan. Pria berumur 69 tahun tersebut diklaim telah menerima tawaran untuk mengisi posisi kepala teknis di federasi tertinggi sepak bola dunia, FIFA. Posisi tersebut, bisa dibilang, memiliki peran yang sangat penting. Dilansir dari thetopflight.com, posisi kepala teknis memiliki peran kunci dalam perkembangan standar kepelatihan serta edukasi di seluruh dunia. Peran tersebut juga bertanggung jawab atas bagaimana laga di seluruh dunia dimainkan. Dengan kata lain, Wenger akan menduduki salah satu pos dengan tugas yang krusial dalam struktur FIFA.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Kabar itu jelas membuat publik terkejut. Pasalnya, Wenger baru-baru ini membuat pernyataan bahwa dirinya tertarik untuk menjadi pelatih salah satu peserta Piala Dunia 2022 mendatang. “Menarik untuk dilihat apa yang akan terjadi nanti. Namun secara garis besar, saya selalu ingin melatih di Piala Dunia, karena saya merasa sebagai seorang manajer, saya harus berada di tempat di mana yang terbaik di dunia bermain,” ujarnya kepada beIN Sport beberapa hari lalu.

“Semoga saja anda bisa melihat saya di bangku cadangan di Qatar tiga tahun lagi,” ia menandaskan. Di masa-masa senggangnya, Wenger seringkali muncul di layar kaca untuk memberikan opininya. Ia juga menghadiri sejumlah wawancara dengan berbagai macam media untuk berbicara seputar perjalanan karirnya setelah ini.

Alphonse Areola Pindah Ke Real Madrid

Alphonse Areola Pindah Ke Real Madrid – Langkah yang diambil oleh seorang Alphonse Areola dengan bergabungnya ke Real Madrid mengundang banyak pertanyaan. Sebab , dia diprediksi hanya pindah untuk menjadi cadangan saja di tim Real Madrid. Alphonse Areola pindah ke Real Madrid dengan status hanya pinjaman selama musim tahun 2019/2020. Dia pindah setelah PSG membeli pemain kiper baru.

Alphonse Areola Pindah Ke Real Madrid

PSG mendatangkan seorang Keylor Navas dari tim Real Madrid. Penjaga gawang asal dari Kosta Rika tersebut dibeli oleh PSG dengan harga mencapai 20 juta euro. Alphonse Areola masuk kesepakatan transfer ini. Alphonse Areola sendiri juga diprediksi akan menjadi kiper utama jika tetap di PSG. Karena itu, keputusan ia pindah ke Real Madrid pun menimbulkan banyak pertanyaan.

Real Madrid memang menjadikan Thibaut Coutois sebagai kiper nomor satu pada musim 2019/2020 ini. Karena keputusan inilah Keylor Navas memilih untuk pindah. Dia juga sempat ingin pindah ke Benfica sebelum akhirnya menuju PSG. Alphonse Areola diprediksi akan lebih banyak duduk di bangku cadangan, daripada bermain. Akan tetapi, bek Real Madrid, Raphael Varane, tidak pernah ragu dengan kemampuan yang dimiliki oleh Alphonse Areola.

“Kami sudah sempat berbicara sebentar, tentu saja. Dia senang datang ke Madrid. Dia akan diterima dengan sangat baik,” ucap Varane dikutip dari Goal International. “Apa pun bisa terjadi dalam sepak bola, dan kami akan melihat apakah dia akan bisa bermain secara reguler di Madrid. Saya tahu kualitasnya. Dia memiliki kartu untuk dimainkan dan saya harap dia akan menjalani musim yang baik. Dia siap untuk itu,” sambungnya.

Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps menjadi pihak yang cemas dengan keputusan Alphonse Areola pindah ke Real Madrid. Sebab, jika dia tidak bermain secara reguler, maka itu akan merugikan bagi Prancis. Alphonse Areola selama ini jadi langganan masuk skuat Le Blues.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

“Jika dia berhenti bermain secara reguler, maka itu akan menjadi masalah. Entah itu penjaga gawang atau pemain lapangan, lebih baik jika Anda mendapat menit bermain secara teratur,” kata Deschamps. Prancis saat ini punya tiga orang penjaga gawang utama. Selain Hugo Lloris dan Alphonse Areola, Deschamps juga masih punya Mike Maignan sebagai pilihan ketiga.

Liverpool Siapkan Gaji 3.4 Miliar untuk Virgil Van Dijk

Liverpool Siapkan Gaji 3.4 Miliar untuk Virgil Van Dijk – Liverpool dikabarkan sangat bersiap untuk mengajukan tawaran kontrak baru kepada Virgil Van Dijk. The Reds akan memberikan gaji dengan nilai yang jauh lebih besar kepada seorang bek tengahnya. Virgil Van Dijk didatangkan oleh Liverpool pada tahun 2018 yang lalu. The Reds harus membayar 85 juta euro untuk  membelinya dari Southampton. Harga ini juga sempat membuat seorang Van Dijk menjadi bek yang paling mahal di dunia.

Liverpool Siapkan Gaji 3.4 Miliar untuk Virgil Van Dijk

Namun, rekor tersebut kini sudah dipatahkan oleh Harry Maguire yang dibeli oleh Manchester United dari Leicester City. Virgil van Dijk menjadi bintang bagi Liverpool, karena itu klub siap memberikan kontrak baru untuknya. Musim 2018/2019 adalah musim yang fantastis bagi Liverpool, begitu juga dengan Virgil van Dijk. Mereka tampil bagus dan menjadi juara Liga Champions, mengalahkan Tottenham di laga final dengan skor 2-0.

Virgil van Dijk menjadi salah satu pemain dengan kontribusi besar bagi sukses Liverpool. Pemain berusia 28 tahun menjadi pilar kokoh di lini belakang. Virgil van Dijk tampil sangat konsisten pada musim lalu. Seperti dikutip dari The Mirror, Liverpool bakal memberi apresiasi kepada Virgil van Dijk. Apresiasi tersebut salah satunya adalah kontrak baru, dengan kenaikan gaji dalam jumlah yang signifikan. Saat ini Van Dijk masih punya kontrak hingga tahun 2023.

Mantan pemain Glasgow Celtic tersebut kini mendapatkan gaji 125 ribu pounds per pekan. Jika meneken kontrak baru, maka Virgil van Dijk akan mendapat gaji 200 ribu pounds per pekan. Jika dikonversi ke rupiah, maka Virgil van Dijk akan mendapatkan gaji senilai Rp3,4 miliar per pekan. Liverpool layak menawarkan kontrak dengan nilai lebih besar kepada Virgil van Dijk. Pasalnya, dia tampil konsisten dan sangat bagus untuk Liverpool. Performanya sebagai tim dan individu tidak diragukan lagi.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

Virgil van Dijk tidak sekalipun dilewati oleh lawan pada musim 2018/2019 lalu, dalam duel satu lawan satu. Virgil van Dijk juga meraih sejumlah penghargaan pemain individual. Pemain kelahiran Breda tersebut baru saja diganjar gelar pemain terbaik Premier League dan UEFA Best Player 2019. Virgil van Dijk juga masuk kandidat peraih Ballon d’Or 2019.

Lionel Messi Akan Kembali Ke Barcelona

Lionel Messi Akan Kembali Ke Barcelona – Hasil Buruk yang ditorehkan kepada Barcelona dalam tiga pekan terakhir ini tidak dapat membuat sang legenda, Rivaldo, merasa khawatir. Sebab ia sangat percaya bahwa performa Blaugrana dapat berubah dengan drastis begitu Lionel Messi kembali merumput. Barcelona hanya mampu meraih satu kemenangan dari tiga laga terakhir di La Liga musim ini. Hasil apik tersebut didapatkan pada saat menjamu tim papan bawah, Real Betis, pada pekan kedua.

Lionel Messi Akan Kembali Ke Barcelona

Dari ketiga pertandingan tersebut, Barcelona tidak diperkuat oleh Lionel Messi. Penyerang asal Argentina itu harus menepi untuk sementara karena mengalami cedera. Awalnya ia diprediksi sudah dapat tampil saat Barcelona menghadapi Real Betis.

Hasil buruk yang ditorehkan kepada Barcelona itu tentu saja membuat khawatir sebagian penggemarnya. Sampai sekarang, mereka masih saja bertengger di peringkat ke delapan dengan koleksi empat poin saja. Namun Rivaldo tidak terlihat merasa khawatir sama sekali. Ia sangat yakin begitu Messi dan juga Luis Suarez yang saat ini sedang mengalami cedera, telah kembali ke lapangan maka Barcelona akan kembali normal. Tanpa keduanya, ia merasa sangat wajar jika bekas klubnya itu mengalami permasalahan.

“Kami tidak boleh lupa bahwa barcelona sedang bermain tanpa bintangnya, Lionel Messi, juga Luis Suarez, jadi wajar jika melihat tim mengalami kesulitan yang lebih besar dari biasanya,” tutur Rivaldo kepada Betfair. “Saat Messi kembali, seluruh tim bakalan mendapatkan kepercayaan diri tambahan dan semuanya akan kembali normal,” lanjut pria berumur 47 tahun tersebut.

Kendati demikian, bukan berarti Barcelona boleh berleha-leha. Rivaldo meminta kepada Valverde untuk terus memberikan peringatan kepada para pemainnya untuk membiarkan situasi tersebut terus berlangsung lama.  “Itu tak bisa menghentikan Ernesto Valverde untuk memperingatkan pemainnya soal situasi saat ini, karena tidak mudah untuk meraih kemenangan bila tim tidak bekerja keras,” tambahnya.

Berita Bola Terkini – Bursa Transfer Musim 2019-2020

“Terlepas dari hasil yang buruk, saya menikmati pendekatan Valverde dalam menggunakan beberapa pemain muda bertalenta dari La Masia. Ini bisa membantu pemain muda untuk mengembangkan skill dan pengalaman untuk menjadi berguna secepatanya,” tandasnya. Laga Barcelona berikutnya akan berlangsung pada pekan depan. Dalam pertandingan pekan keempat La Liga tersebut, mereka bakal melawan Valencia di markas kebanggaannya, Camp Nou.

Begini Strategi Jitu Ernesto Valverde untuk Meredam Liverpool

Begini Strategi Jitu Ernesto Valverde untuk Meredam Liverpool

 

Pelatih Barcelona, yakni Ernesto Valverde, paham bahwa The Reds bukan merupakan lawan yang bisa diajak kompromi. Untungnya, ia sudah memiliki satu strategi jitu yang akan dapat digunakan untuk dapat meredam permainan berbahaya dari skuat pemain asuhan Jurgen Klopp tersebut.

 

Barcelona akan menjalani laga leg pertama pada babak semifinal Liga Champions pada hari Kamis (2/5) mendatang, dengan Liverpool menjadi lawannya. Pertandingan tersebut sendiri akan bakal berlangsung di markas Barcelona, yakni Camp Nou.

 

Kedua tim akan sama-sama berada dalam kondisi yang bagus setelah menerima hasil yang apik pada setiap kompetisi dosmetik akhir pekan kemarin. Barcelona berhasil mengalahkan Levante dengan skor akhir 2-1, sementara Liverpool berhasil membantai Huddersfield dengan skor telak 5-0.

 

The Reds menjelma menjadi tim yang berbahaya musim ini. Sebuah racikan taktik dari Jurgen Klopp membuat mereka jauh lebih mantap ketimbang dengan musim sebelumya. Namun Ernesto Valverde sadar bahwa lini serang mereka masih menjadi kekuatan utama Liverpool pada musim ini.

 

Jika gol tandang berhasil di dapatkan The Reds, maka peluang untuk Barcelona bisa lolos dari semifinal akan semakin kecil. Oleh karena hal tersebut, satu hal yang ingin dipastikan oleh Ernesto Valverde adalah timnya akan dapat keluar dari pertandingan tanpa harus mengalami kebobolan.

 

Rencananya kali ini adalah harus dapat meraih kemenangan dan berusaha menghentikan mereka mencetak gol tandang. The Reds merupakan tim yang bisa memanfaatkan kesalahan lawannya, jadi penting untuk bisa menghentikan hal tersebut, tutur Ernesto Valverde dalam konferensi persnya, dikutip dari Goal Internasional.

 

Cara dari mereka bermain sangatlah Psikologis. Kami melihatnya saat mereka bemain melawan Chelsea pada pekan lainnya di Liga Premier League dengan memperoleh kemenangan dengan skor 2-0 di Anfield, lanjutnya. Pada 15 menit pertama, mereka akan mencoba untuk bisa mencekik, mendorong dan mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka punya bagi lawannya, tambahnya.

 

Namun bukan perkara mudah bagi Barcelona untuk dapat membendung lini serang The Reds yang saat ini di jaga ketat oleh Mohamed Salah, Sadio Mane dan Roberto Firmino. Oleh karena itu, Ernesto Valverde ingin timnya dapat memenangkan duel pada lini tengah guna untuk memutuskan jalannya aliran bola untuk ketiga pemain tersebut.

 

Mereka merupakan tiga pemain yang bermain dengan langkah yang sangat cepat, tapi yang sama pentingnya dengan mereka adalah bagaimana bola dapat mencapai kepada mereka, tambahnya. Kami harus bisa memenangkan duel pada lini tengah sehingga The Reds tidak bisa beroperasi, dan mendapatkan bola bagi para penyerang yang bisa menciptakan banyak ancaman, tandasnya.

Liga Eropa : Chelsea Kalahkan Slavia Praha

Liga Eropa : Chelsea Kalahkan Slavia Praha

 

Chelsea memetik kemenangan dramatis saat menghadapi tuan rumah Slavia Praha di leg pertama perempatfinal Liga Europa, Jumat dini hari WIB, 12 April 2019. The Blues menang tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung di Sinobo Stadium, Praha ini.

Chelsea menguasai jalannya pertandingan sejak babak pertama bergulir. The Blues nyaris unggul di menit 25. Sayang, tendangan Willian melambung di atas mistar gawang.

 

Di menit 61, Chelsea gagal memaksimalkan dua peluang emas. Tendangan Willian masih melebar. Lalu, upaya dari Antonio Ruediger digagalkan kiper Slavia, Ondrej Kolar.

 

Slavia melakukan serangan balik berbahaya di menit 69. Beruntung, Chelsea punya Kepa Arrizabalaga di bawah mistar gawang. Kepa menggagalkan upaya dari Ibrahim Traore. Kebuntuan Chelsea akhirnya pecah di menit 86. Tandukan Marcos Alonso mengoyak gawang Slavia, usai menerima umpan silang Willian.

 

Skor 1-0 untuk kemenangan Chelsea bertahan hingga laga usai. Berbekal satu gol tandang, Chelsea diuntungkan saat menjamu Slavia di Stamford Bridge, 19 April 2019 mendatang.

 

Susunan Pemain :

 

Slavia Praha: Ondrej Kolar; Vladimir Coufal, Michael Ngadeu-Ngadjui, Simon Deli, Jan Boril; Ibrahim Traore, Alex Kral; Lukas Masopust (Josef Husbauer 74′), Petr Sevcik, Miroslav Stoch (Jaromir Zmrhal 64′); Peter Olayinka.

Chelsea: Kepa Arrizabalaga; Cesar Azpilicueta, Andreas Christensen, Antonio Ruediger, Marcos Alonso; Mateo Kovacic (N’Golo Kante 68′), Jorginho, Ross Barkley (Ruben Loftus-Cheek 75′); Pedro Rodriguez (Eden Hazard 59′), Olivier Giroud, Willian.

Berbicara Peluang Gli Azzurri di Fase Kualifikasi

Berbicara Peluang Gli Azzurri di Fase Kualifikasi

 

Tim-tim di Eropa tengah disibukkan dengan jadwal mereka saat mengikuti kualifikasi Kejuaraan Eropa menuju Euro 2020. Total 55 tim yang telah terdaftar dan tergabung dengan babak grupnya masing-masing jelas semuanya menginginkan untuk lolos. Publik kembali menjagokan tim kebanggaan mereka untuk berkiprah dan berharap menorehkan tinta emas di kompetisi ini nantinya. Termasuk Italia yang tak terlihat batang hidungnya dalam beberapa tahun terakhir ini. lantas bagaimanakah peluang mereka saat kembali mengikuti ajang yang bergengsi ini ?

 

Beberapa tim dari 55 negara tersebut sebagian telah menyelesaikan pekan pertama mereka. Namun beberapa tim yang lain masih belum unjuk gigi dan saat ini masih mempersiapkan amunisi mereka untuk memulai peperangan. Italia kembali mendapatkan sorotan saat mereka tergabung pada 55 kontestan yang mengadu nasib untuk berharap lolos tersebut. Tim dengan sejarah yang panjang serta prestasinya tak bisadi pandang sebelah mata ini memang berubah secara signifikan. Dari generasi ke generasi tentunya skuad, komposisi pemain serta pelatih takkan terus bertahan.

 

Hal ini yang selalu menjadi pertanyaan apakah tim tersebut mampu untuk tetap konsisten walaupun tampilan dan skuad mereka diisi oleh beberapa wajah-wajah baru. Italia dinilai masih kesulitan dalam hal ini. Dan mereka akan kembali diuji saat menatap kualifiasi Kejuaraan Eropa yang ada didepan mata. Roberto Mancini selaku pelatih mereka tentu tak ingin anak asuhannya harus mengulangu kejadian yang sama di tahun 2016 kemarin. Kegagalan mereka untuk melangkah ke babak semifinal membuat kekecewaan yang mendalam dari selurih pemain. Kekalahan dari drama adu penalti melawan Jerman masih mengingatkan mereka akaan hasil kelam tersebut.

 

Namun bukan saatnya mereka harus mengingat hasil tersebur berulang kali. Karena setiap kejadian atau suatu hal tentunya memiliki nilai pelajaran yang penting. Terlebih lagi mereka telah absen untuk unjuk gigi di Piala Dunia 2018 kemarin di Rusia. Hal ini yang membuat banyak orang mulai meragukan kemampuan yang di miliki oleh Gli Azzurri saat menjalani sebuah kompetisi. Di babak kualifikasi tersebut skuad Leonardo Bonucci dan kawan kawan tergabung di grup J bersama lima tim yang lainnya. Mereka ialah Armenia, Bosnia Herzegovina, Finlandia, Yunani dan juga Liechtenstein.

 

Jelas dari segi sejarah, kemampuan tim serta komposisi pemain Italia memiliki peluang yang begitu besar untuk dapat lolos sebagai juara grup. Namun perlu di garis bawahi, dalam pertandingaan sepak bola semua hal terkadang memiliki kejutan yang tak bisa diduga. Semua tim memiliki tekad dan ambisi untuk bisa lolos tak memandang seberapa kecil atau besarnya tim tersebut dalam memiliki kemampuan. Menarik untuk di tunggu kiprah dari Italia di tangan Robeerto Mancini saat menjalani fase kualifikasi ini.

Isco Yang Semakin Dekat Dengan Pintu Keluar El Real

Isco Yang Semakin Dekat Dengan Pintu Keluar El Real

 

Laporan demi laporan terus menambah gonjang-ganjing di internal Real Madrid. Marca menyebut sebelum laga kontra Ajax, Isco menolak naik bus tim bersama skuat. Madrid berada di titik terendah musim ini setelah tiga kekalahan beruntun, yang seluruhnya dipetik di laga kandang. Dua kekalahan ditelah dari Barcelona dan satu lainnya dari Ajax Amsterdam.

 

Tiga kekalahan ini praktis mengakhiri musim Madrid lebih dini. Dua trofi dipastikan lepas, yakni Copa del Rey dan Liga Champions, sementara LaLiga secara realistis berat meski memungkinkan secara matematis. Setelah kekalahan 1-4 dari Ajax, Rabu (6/3/2019) lalu di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, serangkaian kabar tak sedap muncul. Mulai dari soal pemecatan dan pergantian pelatih, sampai pertengkaran besar antara kapten tim, Sergio Ramos, dan Presiden klub Florentino Perez.

 

Satu hal lain yang terangkat ke permukaan belakangan adalah soal Isco. Gelandang 26 tahun ini ternyata menolak bergabung dengan para pemain lain untuk menuju ke stadion dengan bus tim. Marca menyebut bahwa Isco lantas meminta maaf ke tim pada Kamis (7/3). Dia mengaku bersalah, namun juga sempat menyinggung situasi sulitnya di klub karena tak mendapatkan kepercayaan Santiago Solari.

 

Hal itu ditanggapi Ramos dengan sebuah penekanan, bahwa kepentingan tim lebih utama daripada urusan personal pemain dan pelatih. Skuat Madrid kabarnya kecewa dengan Isco, karena berulah hanya beberapa saat sebelum pertandingan. Masa depan Isco di Madrid sendiri memang dispekulasikan, menyusul kesempatan bermain yang minim musim ini. Eks pemain Malaga ini baru tampil 26 kali sejauh ini dengan total waktu bermain 1.175 menit, alias rata-rata 45 menit.